Iman kepada Allah dan mujizat yang dialami oleh manusia adalah sesuatu yang subjektif dan objektif. Subjektif adalah sesuatu yang didasarkan dari pendapat atau opini pribadi. Sedangkan objektif adalah merupakan keadaan yang sebenarnya tanpa pengaruh dari asumsi pribadi. Objektif itu berbasis kepada data yang sebenarnya dan lengkap. Kesimpulannya, objektif berlandaskan kepada fakta sedangkan subjektif adalah asumsi atau opini dari orang tertentu dan belum akurat. Paulus adalah rabi yang hebat, cerdas dan ia adalah keturunan Benyamin.
Paulus memiliki doktrin kepercayaan kuat kepada Allah (objektif) tapi perjumpaan pribadinya dengan Allah subjektif sehingga mengubah segala persepsinya tentang Allah.
Iman yang kita pelajari harus dibuktikan dengan pengalaman spiritual. Tanda seseorang beriman kepada Kristus adalah memiliki kedamaian dan buah Roh Kudus dalam hidupnya. Bukti iman adalah setia dan bertumbuh di dalam Kristus.
Jadi iman itu disertai dengan mujizat. Mujizat itu berbicara tentang kesetiaan. Seperti Abraham kesetiaannya kepada Allah adalah mengikuti semua perintah Allah dan pada akhirnya terjadi mujizat.
Perbedaan bangsa Israel dan bangsa mula-mula. Bangsa Israel ketika berada di padang gurun banyak mujizat yang terjadi, semuanya karena pertolongan Allah bagi mereka. Tetapi respon bangsa Israel tidak taat. Sedangkan jemaat mula mula tidak mengalami mukjizat namun mereka menderita. Tidak semua orang dapat mengalami mukjizat. Tetapi ingat bahwa mukjizat adalah milik semua orang.
Selasa, 24-12-2024 | |||
GBI Sentral Tomang (CHURCH) | |||
Ibadah Malam Kudus | 17:00 | Gedung Apotik Tomang Lt. 2 | Pdt. Dr. Kiki Sadrach |